Nama Buku
:
Delirious New York A Retroactive Manifesto for Manhattan
Penulis
:
Rem Koolhaas
Halaman
:
321
Buku Delirious New York: A Retroactive Manifesto for Manhattan ditulis oleh Rem Koolhaas, seorang arsitek dan teoritikus urban asal Belanda yang dikenal luas melalui pendekatan kritis dan inovatif terhadap kota modern. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1978, buku ini mengkaji perkembangan arsitektur dan urbanisme di Manhattan sebagai sebuah “manifesto retrospektif”. Koolhaas memperkenalkan konsep Manhattanism, yaitu gagasan bahwa kota berkembang secara organik melalui berbagai kekuatan sosial, ekonomi, dan budaya, bukan semata hasil perencanaan formal. Buku ini juga menyoroti fenomena seperti culture of congestion serta menjadikan Manhattan sebagai laboratorium bagi eksperimen gaya hidup metropolitan dan inovasi arsitektur modern ..
Buku ini banyak digunakan dalam berbagai program studi yang berkaitan dengan desain, arsitektur, dan perencanaan kota. Di antaranya adalah Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, Desain Urban, Desain Interior, serta Ilmu Sosial dan Geografi. Selain itu, buku ini juga relevan dalam bidang Ilmu Komputer dan Manajemen, khususnya dalam konteks design thinking dan analisis sistem kompleks. Dalam dunia akademik, buku ini sering dijadikan referensi dalam mata kuliah seperti Teori Arsitektur, Urban Design, Sejarah Arsitektur Modern, dan Metodologi Perencanaan, karena memberikan perspektif unik tentang bagaimana kota berkembang secara dinamis.
Dalam kegiatan riset dan dunia kerja, buku ini sangat berguna untuk memahami kompleksitas kota modern dan hubungan antara arsitektur, budaya, serta dinamika sosial. Pendekatan Koolhaas yang tidak konvensional membantu arsitek, perencana kota, dan peneliti dalam melihat kota sebagai sistem yang hidup dan terus berubah. Pengetahuan dari buku ini dapat diterapkan dalam perancangan kawasan urban, pengembangan proyek arsitektur, hingga analisis kebijakan perkotaan. Dengan demikian, buku ini menjadi referensi penting untuk menghasilkan karya yang inovatif, kontekstual, dan mampu merespons tantangan urbanisasi di era modern.
Program Mahasiswa Sabi
Kerjain Tugas Lebih Mudah Sambil Sharing dan Belajar Bareng