Ekonomi Ketenagakerjaan
Pembangunan ekonomi pada akhirnya bermuara pada satu tujuan utama: meningkatkan kualitas hidup manusia. Di titik inilah tenaga kerja memegang peran sentral. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan bermakna tanpa tersedianya lapangan kerja yang layak, upah yang adil, dan perlindungan bagi pekerja. Untuk memahami dinamika tersebut, mahasiswa Ekonomi Pembangunan mempelajari keilmuan Ekonomi Ketenagakerjaan sebagai salah satu pilar utama analisis pembangunan.
Ekonomi Ketenagakerjaan mengkaji hubungan antara manusia, pekerjaan, dan kebijakan ekonomi dalam membentuk kesejahteraan masyarakat.
Ekonomi Ketenagakerjaan adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari pasar tenaga kerja, termasuk penawaran dan permintaan tenaga kerja, tingkat upah, pengangguran, produktivitas, serta hubungan industrial. Keilmuan ini menelaah bagaimana tenaga kerja dialokasikan dalam perekonomian dan bagaimana kebijakan memengaruhi kondisi kerja.
Dalam Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Ketenagakerjaan menjadi kunci untuk memahami tantangan pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan.
Dalam major studi Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Ketenagakerjaan mencakup berbagai topik penting, antara lain:
Ruang lingkup ini mencerminkan kompleksitas dunia kerja, khususnya di negara berkembang.
Ekonomi Ketenagakerjaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan yang berorientasi pada manusia, di antaranya:
Dengan fokus pada tenaga kerja, pembangunan menjadi lebih inklusif dan berkeadilan.
Mata kuliah ini membentuk cara pandang human-centered bagi mahasiswa Ekonomi Pembangunan. Mahasiswa dilatih untuk:
Pola pikir ini penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada modal, tetapi juga pada manusia.
Dalam praktik analisis dan kebijakan, Ekonomi Ketenagakerjaan diterapkan pada berbagai isu strategis, antara lain:
Aplikasi ini menunjukkan bahwa ketenagakerjaan adalah inti dari keberhasilan pembangunan ekonomi.
Ekonomi Ketenagakerjaan bukan sekadar kajian tentang pekerjaan dan upah, melainkan studi tentang manusia dalam proses pembangunan. Keilmuan ini menegaskan bahwa pembangunan sejati diukur dari sejauh mana ia mampu menciptakan pekerjaan yang layak dan kehidupan yang bermartabat.
Dengan penguasaan Ekonomi Ketenagakerjaan, mahasiswa Ekonomi Pembangunan dibekali kemampuan analitis dan kepekaan sosial untuk merancang kebijakan yang tidak hanya menumbuhkan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja secara adil dan berkelanjutan.