Ekonomi Regional dan Perkotaan
Pembangunan ekonomi tidak terjadi di ruang hampa. Ia selalu berlangsung dalam konteks wilayah—desa dan kota, pusat dan pinggiran, kawasan maju dan tertinggal. Mengapa sebagian daerah tumbuh pesat sementara daerah lain tertinggal? Mengapa kota menjadi pusat aktivitas ekonomi dan magnet urbanisasi? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dijawab oleh Ekonomi Regional dan Perkotaan. Dalam major studi Ekonomi Pembangunan, keilmuan ini menjadi kunci untuk memahami dimensi spasial pembangunan.
Ekonomi Regional dan Perkotaan menempatkan ruang dan lokasi sebagai faktor penting dalam analisis pertumbuhan, pemerataan, dan kesejahteraan ekonomi.
Ekonomi Regional dan Perkotaan adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari aktivitas ekonomi berdasarkan lokasi geografis dan keterkaitan antarwilayah. Keilmuan ini menganalisis bagaimana faktor ruang, jarak, infrastruktur, dan konsentrasi penduduk memengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah.
Dalam Ekonomi Pembangunan, kajian ini membantu menjelaskan ketimpangan regional, urbanisasi, serta peran kota sebagai penggerak utama pembangunan nasional.
Dalam kurikulum Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Regional dan Perkotaan mencakup berbagai topik penting, antara lain:
Ruang lingkup ini menjadikan keilmuan regional dan perkotaan sebagai fondasi analisis pembangunan berbasis wilayah.
Ekonomi Regional dan Perkotaan memiliki peran strategis dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan, di antaranya:
Melalui pendekatan spasial, pembangunan dapat dirancang secara lebih adil dan efisien.
Mata kuliah ini membentuk cara berpikir spasial pada mahasiswa Ekonomi Pembangunan. Mahasiswa dilatih untuk:
Pola pikir ini penting untuk menghadapi tantangan pembangunan yang bersifat tidak merata secara geografis.
Dalam praktik dan kajian pembangunan, Ekonomi Regional dan Perkotaan diterapkan pada berbagai isu strategis, antara lain:
Aplikasi ini menunjukkan bahwa dimensi ruang merupakan elemen penting dalam keberhasilan pembangunan.
Ekonomi Regional dan Perkotaan bukan sekadar kajian lokasi dan kota, melainkan kerangka penting untuk memahami bagaimana pembangunan menyebar dan berdampak pada masyarakat di berbagai wilayah. Keilmuan ini menegaskan bahwa pembangunan yang berhasil harus memperhatikan dimensi spasial dan keterkaitan antar daerah.
Dengan penguasaan Ekonomi Regional dan Perkotaan, mahasiswa Ekonomi Pembangunan dibekali kemampuan analitis untuk merancang kebijakan dan strategi pembangunan yang lebih merata, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh wilayah.