Praktisi Kampus Andalan

Critical Minerals Technology

Critical Minerals Technology dalam Teknik Bioproses: Mengembangkan Teknologi Ekstraksi Mineral yang Berkelanjutan

Critical Minerals Technology merupakan mata kuliah yang mempelajari teknologi untuk memperoleh, memurnikan, memanfaatkan, dan mendaur ulang mineral yang memiliki peran penting bagi industri modern dan teknologi energi. Mineral seperti lithium, nickel, cobalt, copper, graphite, dan rare earth elements semakin dibutuhkan untuk baterai, kendaraan listrik, elektronik, energi terbarukan, dan berbagai teknologi strategis. Dalam Teknik Bioproses, pembahasannya dapat diarahkan pada pemanfaatan prinsip bioteknologi dan rekayasa proses untuk memperoleh mineral dari bijih kadar rendah, tailing, limbah elektronik, maupun sumber daya alternatif. Permintaan mineral kritis terus meningkat seiring perkembangan teknologi energi bersih.

Fokus yang Dipelajari

Mahasiswa mempelajari prinsip dan teknologi pengolahan mineral dari tahap ekstraksi hingga pemulihan kembali material bernilai. Beberapa topik yang dapat dipelajari meliputi:

  • Karakterisasi mineral kritis untuk mengetahui komposisi, sifat, dan potensi pemulihannya.
  • Leaching dan hydrometallurgy untuk melarutkan serta memisahkan logam dari bahan baku.
  • Bioleaching menggunakan mikroorganisme atau metabolitnya untuk membantu melarutkan logam.
  • Bio-based separation menggunakan biomolekul atau protein yang mampu mengikat ion logam secara selektif.
  • Recovery dan purification untuk memperoleh mineral dengan tingkat kemurnian yang sesuai kebutuhan industri.
  • Recycling dan urban mining untuk mengambil kembali mineral dari baterai bekas, e-waste, dan limbah industri.
  • Evaluasi lingkungan dan ekonomi untuk menilai efisiensi, biaya, konsumsi energi, dan dampak teknologi.

Perannya dalam Teknik Bioproses

Critical Minerals Technology memperluas penerapan bioteknologi dan rekayasa bioproses ke bidang ekstraksi sumber daya. Mikroorganisme dapat digunakan untuk membantu melarutkan logam dari material padat melalui proses bioleaching, sedangkan biomolekul tertentu berpotensi digunakan untuk pemisahan ion secara selektif. Pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif atau pelengkap proses ekstraksi konvensional, terutama untuk bahan baku berkadar rendah dan sumber sekunder.

Kegunaan dalam Masyarakat, Riset, dan Pekerjaan

Penerapannya mencakup pemulihan lithium, nickel, cobalt, copper, rare earth elements, pengolahan tailing, daur ulang baterai, pengolahan e-waste, dan pemanfaatan sumber daya mineral sekunder. Dalam riset, mahasiswa dapat mengembangkan bioleaching, mikroorganisme penghasil metabolit pelarut logam, pemisahan berbasis protein, serta integrasi proses biologis dengan teknologi hidrometalurgi.

Kompetensi ini relevan untuk pekerjaan seperti Bioprocess Engineer, Process Engineer, Metallurgical Process Engineer, R&D Engineer, Recycling Engineer, Environmental Engineer, dan Critical Minerals Specialist.

Tren Critical Minerals Technology Saat Ini

Salah satu tren utama adalah recycling dan urban mining. IEA memperkirakan peningkatan skala daur ulang dapat mengurangi kebutuhan pengembangan tambang baru secara signifikan hingga 2050. Mineral hasil daur ulang seperti nickel, cobalt, dan lithium juga memiliki emisi gas rumah kaca yang jauh lebih rendah dibandingkan material primer dari pertambangan.

Tren lainnya adalah pengembangan bioleaching dan bioteknologi ekstraksi. Penelitian terbaru mengeksplorasi penggunaan mikroorganisme untuk melarutkan logam dari bijih kadar rendah, tailing, dan e-waste, serta penggunaan protein untuk memisahkan ion logam secara lebih selektif. Teknologi ini berpotensi mengurangi kebutuhan energi dan penggunaan bahan kimia tertentu, meskipun tantangan seperti kinetika yang lambat, inhibisi logam, desain reaktor, dan scale-up masih perlu diatasi.

Ekonomi sirkular, pengolahan tailing, teknologi pemisahan selektif, bioleaching, dan integrasi proses biologis dengan teknologi elektrokimia menjadi arah pengembangan yang semakin penting. Tujuannya adalah menciptakan rantai pasok mineral yang lebih aman, efisien, rendah limbah, dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Critical Minerals Technology dalam Teknik Bioproses memberikan pemahaman mengenai bagaimana mineral strategis dapat diperoleh dan dipulihkan menggunakan pendekatan rekayasa yang lebih berkelanjutan. Dengan berkembangnya bioleaching, recycling, urban mining, bio-based separation, pengolahan tailing, dan ekonomi sirkular, bidang ini membuka peluang bagi lulusan Teknik Bioproses untuk berkontribusi dalam membangun teknologi pemulihan mineral yang efisien, inovatif, rendah dampak lingkungan, dan mendukung kebutuhan industri masa depan.

Mahasiswa Sabi

©Repository Muhammad Surya Putra Fadillah