Teknologi Plasma Ozon
Teknologi Plasma Ozon merupakan bidang yang mempelajari pemanfaatan plasma, ozon, serta spesies oksigen reaktif untuk melakukan pengolahan, disinfeksi, sterilisasi, dan modifikasi bahan secara lebih terkontrol. Dalam Teknik Bioproses, teknologi ini menarik karena dapat digunakan pada pengolahan pangan, air dan limbah, bahan biologis, serta proses decontamination dengan kebutuhan panas yang relatif rendah. Plasma dingin menghasilkan berbagai spesies reaktif yang dapat menginaktivasi mikroorganisme tanpa proses pemanasan intensif.
Mahasiswa mempelajari prinsip pembentukan plasma dan ozon, mekanisme oksidasi, desain proses, serta penerapannya pada sistem bioproses. Beberapa topik yang dapat dipelajari meliputi:
Teknologi Plasma Ozon berperan sebagai salah satu pendekatan proses nontermal dan teknologi oksidasi yang dapat melengkapi proses biologis maupun kimia. Dalam industri pangan, plasma dan ozon dapat digunakan untuk mengurangi kontaminasi mikroba dan memperpanjang umur simpan. Dalam pengolahan limbah, ozon dapat membantu mendegradasi senyawa organik dan kontaminan yang sulit diuraikan secara biologis.
Dalam masyarakat, penerapannya mencakup pengolahan air, disinfeksi pangan, pengolahan limbah, sterilisasi permukaan, pertanian, dan pengawetan hasil pertanian. Ozon juga banyak diteliti untuk pengolahan air limbah industri seperti pangan, tekstil, dan sektor lainnya.
Dalam riset, mahasiswa dapat mengembangkan topik seperti cold plasma, plasma-activated water, ozonasi limbah, inaktivasi mikroorganisme, pengolahan pangan, degradasi polutan, dan kombinasi plasma dengan teknologi lain. Kompetensi ini relevan untuk pekerjaan seperti Bioprocess Engineer, Process Engineer, Environmental Engineer, Food Process Engineer, R&D Engineer, dan Water Treatment Engineer.
Salah satu tren utama adalah pengembangan cold plasma sebagai teknologi pengolahan pangan nontermal. Penelitian terbaru menunjukkan potensinya untuk menginaktivasi mikroorganisme, mengurangi kontaminan, mempertahankan kualitas pangan, serta memodifikasi karakteristik permukaan bahan. Tantangan yang masih dikaji meliputi optimasi parameter, scale-up, keseragaman perlakuan, dan interaksi jangka panjang dengan komponen pangan.
Tren lainnya adalah plasma-activated water (PAW), yaitu air yang memperoleh spesies oksigen dan nitrogen reaktif melalui perlakuan plasma. PAW mulai dikembangkan untuk disinfeksi pangan, pengolahan permukaan, dan aplikasi bioproses karena dapat menjadi media pengolahan tanpa penggunaan bahan kimia konvensional secara berlebihan.
Ozonasi sebagai advanced oxidation process juga terus berkembang untuk pengolahan air dan limbah. Kombinasi ozon dengan hidrogen peroksida atau sinar ultraviolet dapat meningkatkan kemampuan oksidasi terhadap berbagai kontaminan.
Teknologi Plasma Ozon dalam Teknik Bioproses membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai teknologi nontermal untuk disinfeksi, sterilisasi, pengolahan pangan, dan pengolahan air maupun limbah. Dengan berkembangnya cold plasma, plasma-activated water, advanced oxidation process, dan sistem pengolahan yang lebih berkelanjutan, bidang ini semakin relevan untuk menghasilkan proses bioproses yang efektif, efisien, rendah panas, dan lebih ramah lingkungan.