Ilmu Bahan dan Korosi
Di balik setiap reaktor, kolom distilasi, pipa perpindahan fluida, dan tangki penyimpanan dalam industri kimia, terdapat satu aspek krusial yang sering luput dari perhatian awam: material. Material bukan sekadar komponen fisik, melainkan penentu keselamatan, efisiensi, umur pakai, dan keberlanjutan suatu proses. Dalam kondisi operasi yang ekstrem—tekanan tinggi, suhu tinggi, lingkungan asam, basa, maupun korosif—pemilihan dan pemahaman material menjadi kunci utama keberhasilan sistem proses. Di sinilah keilmuan Ilmu Bahan dan Korosi memegang peranan fundamental dalam major studi Teknik Kimia.
Ilmu Bahan dan Korosi mengajarkan bahwa kegagalan proses sering kali bukan disebabkan oleh kesalahan reaksi, melainkan oleh kegagalan material yang tidak mampu bertahan dalam lingkungan kimia yang agresif.
Ilmu Bahan merupakan cabang ilmu teknik yang mempelajari hubungan antara struktur, sifat, proses pembuatan, dan kinerja material. Sementara itu, Korosi adalah fenomena degradasi material—terutama logam—akibat interaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya.
Dalam Teknik Kimia, kedua bidang ini terintegrasi untuk memastikan bahwa material yang digunakan dalam peralatan proses mampu beroperasi secara aman dan ekonomis sepanjang umur desainnya.
Keilmuan Ilmu Bahan dan Korosi mencakup berbagai topik penting yang relevan langsung dengan dunia proses kimia, antara lain:
Ruang lingkup ini membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk memahami mengapa suatu material gagal dan bagaimana mencegahnya sejak tahap perancangan.
Dalam kurikulum Teknik Kimia, Ilmu Bahan dan Korosi memiliki peran strategis, di antaranya:
Tanpa pemahaman Ilmu Bahan dan Korosi, desain proses kimia berpotensi menjadi tidak aman dan tidak berkelanjutan.
Keilmuan ini mengajarkan pendekatan rekayasa yang sistematis dalam menangani masalah material, antara lain:
Pendekatan ini menanamkan pola pikir preventif, bukan reaktif, dalam menghadapi permasalahan material.
Dalam praktik industri, Ilmu Bahan dan Korosi diaplikasikan secara luas, di antaranya:
Aplikasi ini menunjukkan bahwa Ilmu Bahan dan Korosi merupakan elemen vital dalam menjaga keberlangsungan operasi industri kimia.
Ilmu Bahan dan Korosi bukan sekadar mata kuliah pendukung, melainkan fondasi keandalan sistem proses dalam Teknik Kimia. Keilmuan ini menjembatani teori kimia, fisika material, dan praktik rekayasa industri.
Dengan penguasaan Ilmu Bahan dan Korosi, mahasiswa Teknik Kimia dipersiapkan menjadi insinyur yang mampu merancang, mengoperasikan, dan menjaga sistem proses secara aman, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan lingkungan industri modern.