Praktisi Kampus Andalan

Ilmu Bahan dan Korosi

Ilmu Bahan dan Korosi: Fondasi Keandalan dan Keberlanjutan Sistem Proses dalam Teknik Kimia

Di balik setiap reaktor, kolom distilasi, pipa perpindahan fluida, dan tangki penyimpanan dalam industri kimia, terdapat satu aspek krusial yang sering luput dari perhatian awam: material. Material bukan sekadar komponen fisik, melainkan penentu keselamatan, efisiensi, umur pakai, dan keberlanjutan suatu proses. Dalam kondisi operasi yang ekstrem—tekanan tinggi, suhu tinggi, lingkungan asam, basa, maupun korosif—pemilihan dan pemahaman material menjadi kunci utama keberhasilan sistem proses. Di sinilah keilmuan Ilmu Bahan dan Korosi memegang peranan fundamental dalam major studi Teknik Kimia.

Ilmu Bahan dan Korosi mengajarkan bahwa kegagalan proses sering kali bukan disebabkan oleh kesalahan reaksi, melainkan oleh kegagalan material yang tidak mampu bertahan dalam lingkungan kimia yang agresif.

Apa Itu Ilmu Bahan dan Korosi?

Ilmu Bahan merupakan cabang ilmu teknik yang mempelajari hubungan antara struktur, sifat, proses pembuatan, dan kinerja material. Sementara itu, Korosi adalah fenomena degradasi material—terutama logam—akibat interaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungannya.

Dalam Teknik Kimia, kedua bidang ini terintegrasi untuk memastikan bahwa material yang digunakan dalam peralatan proses mampu beroperasi secara aman dan ekonomis sepanjang umur desainnya.

Ruang Lingkup Ilmu Bahan dan Korosi dalam Teknik Kimia

Keilmuan Ilmu Bahan dan Korosi mencakup berbagai topik penting yang relevan langsung dengan dunia proses kimia, antara lain:

  • Klasifikasi material teknik (logam, polimer, keramik, dan komposit).
  • Struktur kristal dan mikrostruktur material.
  • Sifat mekanik, termal, dan kimia material.
  • Mekanisme korosi kimia dan elektrokimia.
  • Korosi seragam, korosi lokal, dan korosi tegangan.
  • Metode pencegahan dan pengendalian korosi.

Ruang lingkup ini membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk memahami mengapa suatu material gagal dan bagaimana mencegahnya sejak tahap perancangan.

Peran Ilmu Bahan dan Korosi dalam Major Studi Teknik Kimia

Dalam kurikulum Teknik Kimia, Ilmu Bahan dan Korosi memiliki peran strategis, di antaranya:

  • Menjamin keselamatan operasi peralatan proses.
  • Mendukung pemilihan material yang tepat untuk kondisi ekstrem.
  • Mengurangi risiko kebocoran, ledakan, dan kegagalan struktur.
  • Memperpanjang umur pakai peralatan industri.
  • Menekan biaya perawatan dan penggantian peralatan.

Tanpa pemahaman Ilmu Bahan dan Korosi, desain proses kimia berpotensi menjadi tidak aman dan tidak berkelanjutan.

Pendekatan Ilmu Bahan dan Korosi dalam Rekayasa Proses

Keilmuan ini mengajarkan pendekatan rekayasa yang sistematis dalam menangani masalah material, antara lain:

  • Analisis lingkungan operasi dan potensi korosi.
  • Evaluasi sifat material terhadap suhu, tekanan, dan zat kimia.
  • Pemilihan material berbasis kinerja dan biaya siklus hidup.
  • Perancangan sistem proteksi korosi.
  • Inspeksi dan monitoring degradasi material.

Pendekatan ini menanamkan pola pikir preventif, bukan reaktif, dalam menghadapi permasalahan material.

Aplikasi Ilmu Bahan dan Korosi dalam Industri Kimia

Dalam praktik industri, Ilmu Bahan dan Korosi diaplikasikan secara luas, di antaranya:

  • Pemilihan material reaktor dan pipa proses.
  • Perancangan tangki penyimpanan bahan kimia agresif.
  • Proteksi korosi melalui coating dan inhibitor.
  • Pengendalian korosi pada sistem perpipaan dan heat exchanger.
  • Analisis kegagalan material dalam kecelakaan industri.

Aplikasi ini menunjukkan bahwa Ilmu Bahan dan Korosi merupakan elemen vital dalam menjaga keberlangsungan operasi industri kimia.

Penutup: Ilmu Bahan dan Korosi sebagai Penjaga Keandalan Proses Kimia

Ilmu Bahan dan Korosi bukan sekadar mata kuliah pendukung, melainkan fondasi keandalan sistem proses dalam Teknik Kimia. Keilmuan ini menjembatani teori kimia, fisika material, dan praktik rekayasa industri.

Dengan penguasaan Ilmu Bahan dan Korosi, mahasiswa Teknik Kimia dipersiapkan menjadi insinyur yang mampu merancang, mengoperasikan, dan menjaga sistem proses secara aman, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan lingkungan industri modern.

Mahasiswa Sabi

©Repository Muhammad Surya Putra Fadillah