Komputasi Numerik
Masalah dalam Teknik Kimia jarang hadir dalam bentuk persamaan sederhana yang dapat diselesaikan secara analitik. Sistem reaktor yang nonlinier, proses perpindahan panas dan massa yang kompleks, hingga optimasi kondisi operasi sering kali melibatkan persamaan matematis yang tidak memiliki solusi eksak. Di sinilah Komputasi Numerik berperan. Dalam major studi Teknik Kimia, Komputasi Numerik menjadi keilmuan penting yang memungkinkan insinyur memecahkan persoalan kompleks melalui pendekatan perhitungan berbasis algoritma.
Komputasi Numerik mengajarkan bahwa ketepatan solusi teknik tidak hanya ditentukan oleh model, tetapi juga oleh metode perhitungan yang digunakan.
Komputasi Numerik adalah cabang ilmu matematika terapan yang mempelajari metode dan algoritma untuk memperoleh solusi pendekatan dari persoalan matematis yang sulit atau tidak dapat diselesaikan secara analitik.
Dalam konteks Teknik Kimia, Komputasi Numerik digunakan untuk menyelesaikan persamaan neraca, kinetika reaksi, fenomena transport, serta simulasi dan optimasi proses.
Keilmuan Komputasi Numerik mencakup berbagai metode yang sangat relevan dengan rekayasa proses, antara lain:
Ruang lingkup ini membekali mahasiswa dengan alat komputasi yang esensial untuk analisis sistem Teknik Kimia modern.
Dalam kurikulum Teknik Kimia, Komputasi Numerik memiliki peran strategis, di antaranya:
Tanpa Komputasi Numerik, banyak persoalan Teknik Kimia tidak dapat diselesaikan secara praktis.
Komputasi Numerik mengajarkan pendekatan sistematis dalam menyelesaikan masalah teknik, antara lain:
Pendekatan ini melatih mahasiswa untuk menghasilkan solusi yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam praktik akademik dan industri, Komputasi Numerik diaplikasikan secara luas, di antaranya:
Aplikasi ini menegaskan bahwa Komputasi Numerik merupakan tulang punggung analisis kuantitatif dalam Teknik Kimia.
Komputasi Numerik bukan sekadar teknik perhitungan, melainkan sarana utama untuk memahami dan mengendalikan sistem Teknik Kimia yang kompleks. Keilmuan ini menjembatani teori matematika dengan praktik rekayasa melalui pendekatan algoritmik.
Dengan penguasaan Komputasi Numerik, mahasiswa Teknik Kimia dipersiapkan menjadi insinyur yang mampu memodelkan, mensimulasikan, dan mengoptimalkan proses secara efisien, akurat, dan adaptif terhadap tantangan industri modern.