Konversi Termokimia Biomassa
Konversi Termokimia Biomassa merupakan bidang yang mempelajari pengubahan biomassa menjadi energi, bahan bakar, dan bahan kimia melalui proses yang melibatkan panas, baik dengan maupun tanpa oksigen. Teknologi ini menjadi salah satu pendekatan penting untuk memanfaatkan limbah pertanian, kehutanan, dan sumber biomassa lainnya sebagai bahan baku terbarukan.
Konversi termokimia biomassa menggabungkan konsep termodinamika, perpindahan panas dan massa, kinetika reaksi, mekanika fluida, serta desain reaktor. Mahasiswa mempelajari bagaimana kondisi operasi dapat dikendalikan untuk memperoleh produk yang diinginkan sekaligus meningkatkan efisiensi energi dan hasil konversi.
Teknologi ini dapat digunakan untuk mengolah limbah pertanian, residu kehutanan, limbah perkebunan, dan biomassa lainnya menjadi energi maupun produk bernilai tambah. Dalam riset, topik yang dikembangkan meliputi biochar, bio-oil, syngas, bahan bakar terbarukan, katalisis, dan pemanfaatan karbon. Kompetensi ini relevan untuk pekerjaan seperti process engineer, energy engineer, biomass engineer, R&D engineer, dan environmental engineer.
Perkembangan bidang ini semakin diarahkan pada biorefinery, co-processing, catalytic pyrolysis, gasifikasi, dan produksi bahan bakar rendah karbon. Penelitian juga semakin menekankan pemanfaatan biochar untuk penyimpanan karbon serta pengembangan proses yang menghasilkan beberapa produk sekaligus. Integrasi dengan carbon capture, artificial intelligence, machine learning, dan analisis siklus hidup turut dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan menilai keberlanjutan teknologi.
Konversi Termokimia Biomassa memberikan pemahaman kepada mahasiswa Teknik Kimia mengenai cara mengubah sumber biomassa menjadi energi dan produk kimia bernilai tambah. Dengan berkembangnya teknologi biorefinery dan kebutuhan pengurangan emisi karbon, bidang ini semakin penting dalam membangun sistem energi dan industri yang lebih terbarukan, efisien, dan berkelanjutan.