Praktisi Kampus Andalan

Perpindahan Massa

Perpindahan Massa: Mengungkap Mekanisme Transport Zat dalam Rekayasa Proses Teknik Kimia

Di balik proses pemisahan, pemurnian, dan reaksi dalam industri kimia, selalu terjadi pergerakan zat dari satu fase ke fase lain atau dari satu titik ke titik lainnya. Fenomena inilah yang menjadi inti dari keilmuan Perpindahan Massa. Mulai dari difusi molekul, absorpsi gas, ekstraksi cair-cair, hingga distilasi multikomponen, seluruhnya bergantung pada prinsip perpindahan massa. Dalam major studi Teknik Kimia, Perpindahan Massa berperan sebagai fondasi ilmiah dalam memahami dan merancang proses pemisahan yang efisien dan andal.

Perpindahan Massa mengajarkan bahwa keberhasilan suatu proses kimia sering kali ditentukan oleh seberapa efektif zat dapat berpindah dan terdistribusi dalam sistem.

Apa Itu Perpindahan Massa?

Perpindahan Massa adalah cabang ilmu teknik yang mempelajari mekanisme perpindahan komponen kimia akibat perbedaan konsentrasi, tekanan parsial, atau potensial kimia. Mekanisme utama perpindahan massa meliputi difusi molekuler dan perpindahan massa konvektif.

Dalam Teknik Kimia, konsep ini digunakan untuk menganalisis laju perpindahan zat antar fase dan menentukan ukuran serta kinerja peralatan proses.

Ruang Lingkup Perpindahan Massa dalam Teknik Kimia

Keilmuan Perpindahan Massa mencakup berbagai topik penting yang menjadi tulang punggung proses pemisahan, antara lain:

  • Difusi massa dalam fluida dan padatan.
  • Hukum Fick dan koefisien difusi.
  • Perpindahan massa antar fase gas–cair dan cair–cair.
  • Konsep tahanan perpindahan massa.
  • Koefisien perpindahan massa.
  • Perpindahan massa tunak dan tak tunak.

Ruang lingkup ini membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis untuk memahami laju dan mekanisme transport zat dalam berbagai sistem proses.

Peran Perpindahan Massa dalam Major Studi Teknik Kimia

Dalam kurikulum Teknik Kimia, Perpindahan Massa memiliki peran strategis, di antaranya:

  • Menjadi dasar perancangan proses pemisahan.
  • Mendukung analisis kinerja kolom distilasi dan absorpsi.
  • Meningkatkan efisiensi pemurnian produk.
  • Menentukan ukuran dan konfigurasi peralatan proses.
  • Mengoptimalkan konsumsi energi dan bahan baku.

Tanpa pemahaman Perpindahan Massa, proses pemisahan dalam industri kimia akan menjadi tidak efektif dan boros sumber daya.

Pendekatan Perpindahan Massa dalam Rekayasa Proses

Keilmuan ini mengajarkan pendekatan sistematis dalam menyelesaikan permasalahan transport zat, antara lain:

  • Identifikasi mekanisme perpindahan massa dominan.
  • Penyusunan neraca massa pada sistem proses.
  • Penentuan koefisien perpindahan massa.
  • Analisis tahanan perpindahan massa.
  • Perancangan dan evaluasi unit operasi pemisahan.

Pendekatan ini membentuk pola pikir kuantitatif dan berbasis fenomena fisik dalam perancangan proses.

Aplikasi Perpindahan Massa dalam Industri Kimia

Dalam praktik industri, prinsip Perpindahan Massa diaplikasikan secara luas, antara lain:

  • Distilasi dan fraksinasi.
  • Absorpsi dan stripping gas.
  • Ekstraksi cair–cair.
  • Adsorpsi dan pertukaran ion.
  • Pengeringan dan proses pemurnian produk.

Aplikasi ini menegaskan bahwa Perpindahan Massa merupakan inti dari teknologi pemisahan dalam industri kimia modern.

Penutup: Perpindahan Massa sebagai Jantung Proses Pemisahan

Perpindahan Massa bukan sekadar mata kuliah teoritis, melainkan jantung dari berbagai unit operasi dalam Teknik Kimia. Keilmuan ini menghubungkan konsep fisika dan kimia dengan realitas proses industri.

Dengan penguasaan Perpindahan Massa, mahasiswa Teknik Kimia dipersiapkan menjadi insinyur yang mampu merancang, menganalisis, dan mengoptimalkan proses pemisahan secara efisien, aman, dan berkelanjutan di era industri berbasis teknologi dan energi yang semakin kompleks.

Mahasiswa Sabi

©Repository Muhammad Surya Putra Fadillah