Elektrokimia
Di balik proses korosi logam, pelapisan permukaan, pemurnian logam, hingga teknologi baterai dan sel bahan bakar, terdapat satu keilmuan yang mengatur perpindahan muatan dan reaksi kimia secara bersamaan: Elektrokimia. Dalam dunia Teknik Metalurgi dan Material, elektrokimia menjadi fondasi penting untuk memahami interaksi material dengan lingkungan listrik dan kimia.
Keilmuan ini menjembatani konsep kimia, fisika, dan material dalam menjelaskan bagaimana reaksi redoks dapat dimanfaatkan maupun dikendalikan untuk kepentingan rekayasa.
Elektrokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara reaksi kimia dan energi listrik. Keilmuan ini berfokus pada reaksi oksidasi–reduksi, transfer elektron, serta fenomena yang terjadi pada antarmuka elektroda dan elektrolit.
Dalam konteks Teknik Metalurgi dan Material, elektrokimia menjelaskan proses degradasi, perlindungan, dan pemrosesan material yang melibatkan reaksi listrik dan kimia secara simultan.
Elektrokimia dalam major studi Teknik Metalurgi dan Material mencakup berbagai konsep fundamental yang menjadi dasar aplikasi material modern, antara lain:
Ruang lingkup ini menjadi fondasi bagi pemahaman reaksi elektrokimia pada material teknik.
Elektrokimia memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman dan kompetensi mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material, di antaranya:
Keilmuan ini memungkinkan pengendalian sifat dan umur pakai material secara ilmiah.
Lebih dari sekadar reaksi kimia, elektrokimia melatih pola pikir analitis berbasis proses dan mekanisme. Mahasiswa dilatih untuk:
Pola pikir ini sangat penting dalam rekayasa material yang berinteraksi dengan lingkungan agresif.
Dalam praktik industri dan penelitian, elektrokimia diaplikasikan secara luas, antara lain pada:
Aplikasi ini menunjukkan bahwa elektrokimia adalah fondasi teknologi material berbasis energi dan lingkungan.
Elektrokimia bukan sekadar mata kuliah lanjutan, melainkan pilar penting dalam memahami dan mengendalikan reaksi material di bawah pengaruh listrik dan lingkungan. Keilmuan ini membekali mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material dengan pemahaman mendalam tentang reaksi, transfer muatan, dan stabilitas material.
Dengan penguasaan elektrokimia, calon insinyur material mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi perlindungan material, sistem energi, dan solusi berkelanjutan yang berbasis ilmu material modern.