Fisika - Mekanika dan Panas
Di balik kekuatan baja, ketangguhan paduan logam, stabilitas keramik, hingga performa material maju, terdapat hukum-hukum alam yang bekerja secara fundamental: Fisika Mekanika dan Panas. Dalam dunia Teknik Metalurgi dan Material, fisika bukan sekadar teori abstrak, melainkan bahasa ilmiah untuk memahami bagaimana material merespons gaya, bergerak, berubah bentuk, serta bereaksi terhadap panas dan energi.
Keilmuan ini menjadi jembatan antara fenomena alam dan rekayasa material, memungkinkan insinyur material merancang, memproses, dan mengoptimalkan material sesuai kebutuhan industri dan teknologi modern.
Fisika Mekanika dan Panas adalah cabang fisika yang mempelajari perilaku benda terhadap gaya, gerak, dan energi, serta fenomena termal yang berkaitan dengan suhu, kalor, dan perpindahan panas.
Mekanika berfokus pada konsep gaya, tegangan, regangan, kerja, dan energi, sedangkan fisika panas mempelajari suhu, kapasitas panas, perubahan fase, serta mekanisme perpindahan panas seperti konduksi, konveksi, dan radiasi.
Dalam major studi Teknik Metalurgi dan Material, keilmuan ini mencakup berbagai topik dasar yang menjadi fondasi pemahaman perilaku material, antara lain:
Ruang lingkup ini menjadi dasar untuk memahami mengapa material dapat kuat, ulet, rapuh, atau berubah sifat ketika dipanaskan.
Fisika Mekanika dan Panas memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman dan kemampuan analisis mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material, di antaranya:
Tanpa penguasaan fisika ini, perancangan dan pemilihan material akan bersifat spekulatif dan kurang ilmiah.
Lebih dari sekadar konsep dan rumus, Fisika Mekanika dan Panas melatih cara berpikir rekayasa yang analitis dan berbasis fenomena. Mahasiswa dilatih untuk:
Pola pikir ini sangat penting dalam pengembangan material yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam praktik industri dan riset, keilmuan ini diaplikasikan secara luas, antara lain pada:
Aplikasi ini menunjukkan bahwa fisika adalah landasan nyata dari inovasi material modern.
Fisika Mekanika dan Panas bukan sekadar mata kuliah dasar, melainkan pilar utama dalam memahami dan merekayasa material. Keilmuan ini membekali mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material dengan pemahaman mendalam tentang bagaimana material bekerja di bawah gaya dan panas.
Dengan penguasaan fisika ini, calon insinyur material tidak hanya mampu memilih material yang tepat, tetapi juga merancang, memodifikasi, dan mengembangkan material baru yang andal untuk menjawab tantangan teknologi dan industri masa depan.